Pantau Langsung di SPBU, Bupati Ende Yosef Badeoda Minta Pengelola SPBU Fokus Layani Pengendara Sepeda Motor dan Mobil


Ende,Kelimutu Pos

Tiga hari sudah Kabupaten Ende dilanda krisis bahan bakar minyak (BBM). Terhitung sejak Jumad, 8/8/2025 - Minggu 10/8/2025, sejumlah SPBU di Ende tidak beroperasi. Pasalnya tidak ada pasokan BBM dari Pertamina ke SPBU, berdampak pada pelayanan dari SPBU kepada masyarakat terhenti. Kondisi ini berdampak pada aktifitas publik, dimana ruas jalan protokol dalam Kota Ende terlihat sepi dari aklivitas pengguna jalan.

Menyikapi persoalan tersebut, Bupati Ende, Yosef B Badeoda, melakukan peninjauan langsung pada tiga SPBU yang berada didalam Kota Ende. Upaya tersebut untuk mendapatkan informasi pasti dari pihak pengelola SPBU berkaitan pasokan BBM, sekaligus memantau langsung proses pelayanan kepada masyarakat di masing-masing SPBU. 

Kepada media ini, Senin, 11/8/2025, Bupati Ende, Yosef B Badeoda, mengatakan, langkah menlakukan pemantauan langsung di masing-masing SPBU, untuk mendapatkan informasi dan akurasi data, berkaitan dengan proses suplai BBM dari Pertamina ke SPBU. Disamping itu, proses pelayanan dari SPBU harus fokus melayani kebutuhan pengguna kendaraan baik roda dua dan roda empat. Sementara untuk pembelian dengan menggunakan rekomendasi atau jerigen untuk sementara dibatasi, sampai pasokan BBM kembali normal.

"Sudah ada informasi yang disampaikan ke Pemerintah, tetapi kita perlu mengecek langsung kondisi di tiap SPBU, untuk mendapatkan data yang akurat. Dengan data yang ada, Pemerintah akan menindaklanjuti dengan pihak terkait, baik pengelola SPBU, Fuel Terminal Pertamina Ende, maupun dengan perwakilan Pertamina regional. Jangan sampai persoalan ini kembali terjadi dan menghambat aktifitas usaha masyarakat." tegas Bupati Yosef Badeoda.


Prinsipnya, sebut Bupati Ende, Yosef B Badeoda, kelangkaan BBM yang dialami.masyarakat saat ini jangan sampai terulang lagi. Sistim pendistibusian harus diatur secara baik, dan juga pasokan BBM dari Pertamina harus stabil. Untuk sementara pelayanan pembelian dengan menggunakan rekomendasi, dibatasi dulu. Fokus untuk menormalisasi kondisi pengguna kendaraan roda dua, roda empat dan roda enam.

"Saya menyampaikan permohonan maaf bagi pemegang rekomendasi BBM. Kita tidak melarang pembelian untuk penjualan BBM. Tetapi untuk sementara dibatasi, fokus pelayanan bagi pengguna kendaraan roda dua, roda empat dan roda enam. Aktifitas usaha dan roda perekonomian harus tetap berjalan. Jadi kita atur dengan baik pendistribusian BBM, sampai dengan pasokan kembali normal. Pemerintah berupaya agar situasi yang dialami masyarakat, bisa teratasi."  pungkas Bupati Yosef.(son bara)

Lebih baru Lebih lama