![]() |
| Bupati Ende, Yosef B. Badeoda |
Ende, Kelimutu Pos
Dua pekan jelang hari raya Idulfitri, permintaan akan barang kebutuhan pokok ( Sembakp) cenderung mengalami peningkatan. Kondisi ini memicu kenaikan harga barang kebutuhan pokok, jika tidak diimbangi dengan pasokan dan stok barang yang ada di pasar. Pedagang besar, pengecer, spekulan dan pedagang kaki lima, diminta untuk tidak.menaikan harga sepihak, memanfaatkan tinghinya permintaan barang, jelang Idulfitri.
Bupati Ende Yosef B Badeoda, saat dikonfirmasi kelimutupos.com, usai perayaan HUT ke 62, mengingatkan pedagang besar, pengecer serta pedagang kaki lima untuk tidak menaikan harga barang kebutuhan pokok bagi masyarakat, jelang hari raya Idulfitri.
"Saya ingatkan bagi pedagang besar, pengecer dan semua pihak terkait, untuk tidak memanfaatkan momentum meningkatnya permintaan bahan kebutuhan pokok, dengan menaikan harga barang secara sepihak jelang hari raya Idulfitri. Kita inginkan agar semua masyarakat, khusnya umat muslim menyambut hari raya Idulfitri panuh kebahagiaan dan tidak dibebani dengan lonjakan harga barang kebutuhan pokok." tegas Bupati Ende Yosef B Badeoda.
Masih menurit orang nomor satu di Bumi Rahimnya Pancasila Kabupaten Ende, Yosef B Badeoda, pemerintah akan melakukan pemantauan secara rutin harga kebutuhan pokok, baik selama bulan puasa, Idulfitri dan juga perayaan paskah. Stok barang kebutuhan pokok dan harga harus tetap sama dan tidak ada kelangkahan barang di pasar.
"Pemerintah melalui instansi terkait (Disperindag) dan sejumlah elemen yang ada, akan melakukan pemantauan langsung fluktuasi harga barang, jelang hari raya Idulfitri. Jika kita temukan ada pedagang besar, pengecer, paea spekulan dan juga pedagang kaki lima yang menaikan harga secara sepihak, akan diambil tindakan tegas. Jangan kita menyusahkan masyarakat ditengah situasi dan rendahnya daya beli masyarakat, akibat kebijakan efisiensi secara nasional." jelas Bupati Yosef B Badeoda.
![]() |
| GM. PT. Pelindo 3 Cabang Ippi - Ende, Jumhari Nasrun |
Hal yang sama juga disampaikan GM. PT. Pelindo 3 Pelindo 3 Cabang Ippi - Ende, Jumhari Nasrun, kepada media ini diruang kerjanya, Selasa, 3/3/2025. Menurutnya, ada sejumlah informasi yang dijadikan alasan naiknya harga kebutuhan pokok, disebabkan karena ada kenaikan biaya yang dipungut PT. Pelindo.
"Alasan ini sangat tidak mendasar dan ada upaya menyalahkan pihak lain (Pelindo), jika terjafi kenaikan harga kebutuhan pokok masyarakat. Saya perlu tegaskan, sejak tahun 2018, sudah ada keputusan resmi dari PT. Pelindo untuk tidak menaikan tarif bongkar muat di pelabuhan baik Pelabuhan Ippi maupun Pelabuhan Ende." sebut GM. Jumhari Nasrun.
Selama ini, lanjut GM. PT. Pelindo 3 Cabang Ippi - Ende, Jumhari Nasrun, aktivitas bongkar muat barang di dua pelabuhan berjalan normal. Tidak ada problematika mendasar dalam aktivitas tersebut. Sangat tidak wajar kalau ada kenaikan harga kebutuhan pokok akibat naiknya biaya bongkar muat barang di dua pelabuhan tersebut.
"Selama ini sangat normal.aktivitas bongkar muat barang, apa lagi dua pelabuhan sudah kenbali berfungsi seperti biasa. Stok barang kebutuhan pokok yang masuk ke Kabupaten Ende dalam catatan kami, mampu memenuhi kebutuhan masyarakat di Kabupaten Ende. Jadi sangat tidak etus kalau harga kebutuhan pokok naik, akibat naiknya tarif bongkar muat di dupelabuhan yang ada di Kabupaten Ende." pungkas G.M. Jumharu Nasrun.(kp/sonbara)

